Mengenal TBC (part 2)

Sembuh dari TBC. Bisakah?

Hampir semua penyakit TBC bisa disembuhkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah penderita harus meminum obat TBC yang diberikan secara teratur, sesuai dengan jadwal selama rentang masa pengobatan. Pada umumnya penderita akan memperoleh 4 jenis tablet di awal pengobatan.

Pengobatan TBC sedikitnya diberikan dalam jangka waktu 6 bulan. Pada TBC resistan mungkin akan memerlukan waktu yang lebih lama dari 6 bulan. Dokter akan melakukan diagnose yang diperlukan untuk menetapkan hal ini. 🙂

Obat-obatan TBC. Seberapa jauh kita harus mengetahui nya?

obat-obatan

Seperti obat-obat pada umunya, obat-obat TBC dapat menimbulkan efek samping. Namun ini tidak terjadi pada setiap penderita/pasien. Bisa terjadi atau tidak. Hal yang perlu dilakukan adalah segera hubungi dokter atau apoteker anda apabila terjadi gejala efek samping obat. Gejala munculnya efek samping adalah sebagai berikut :

  • Mual dan/atau muntah
  • Sakit kuning (kulit dan mata berwarna kuning, kencing berwarna gelap)
  • Demam yang tidak biasanya
  • Rasa lelah berlebihan
  • Kesemutan pada tangan atau kaki atau sakit pada persendian
  • Gatal-gatal pada kulit, lebam
  • Penglihatan menjadi kabur atau buta warna merah/hijau

Hal penting lainnya adalah informasikan pada petugas kesehatan apabila anda sedang mengonsumsi obat yang lain seperti obat kontrasepsi, obat hipertensi, obat diabetes. Salah satu obat TBC yaitu Rifampicin dapat menyebabkan perubahan warna air kencing menjadi jingga, dan ini reaksi normal (tidak menimbulkan masalah).

Lama waktu pengobatan minimal adalah 6 bulan, diminum secara teratur (tidak boleh bolong-bolong). Jika pasien sudah merasa sehat dan masa pengobatan belum habis 6 bulan, obat tetap harus dikonsumsi untuk memastikan kuman TBC musnah secara sempurna. Jika pengobatan dihentikan sebelum masa nya habis, dapat mengakibatkan TBC yang resisten pada tubuh penderita. Pada penderita/pasien TBC resisten dapat pula menyebarkan kuman-kuman yang resisten.

Bagaimana cara meminum obat TBC yang benar?

  1. Minum setengah jam sebelum makan atau menjelang tidur.
  2. Minum tablet tersebut dengan segelas air.
  3. Hindari minuman beralkohol, karena dapat menimbulkan resiko masalah liver yang serius pada saat pengobatan TBC
  4. Minum semua tablet pada waktu yang sama setiap hari. Hal ini untuk memudahkan kedisiplinan pengobatan. Jika anda lupa meminum obat selama satu hari, teruskan minum sesuai dosis yang dianjurkan pada hari berikutnya.

Bagaimana cara mencegah penyebaran TBC?

  • Selalu tutupi mulut anda pada saat batuk atau bersin.
  • Obat-obatan biasanya akan menghentikan Anda menyebarkan kuman dalam beberapa minggu. Namun bukan berarti hal ini anda sudah sembuh dari TBC. Tetap konsumsi obat TBC sesuai lama pengobatan yang diberikan.
  • Beritahukan orang-orang di sekitar Anda untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat apabila diduga menderita TBC. Sehingga bisa mendapatkan pengobatan secepatnya.

 

 

Sumber :

  1. Department of Health and Community Services, Northern Territory Government.
  2. tbindonesia.or.id

 

Mengenal TBC

Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia.

Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.

 

Penyebab Penyakit TBC

TBC disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).

 

Cara Penularan Penyakit TBC

Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa.

Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.

Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

 

tbc_2

 

Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.

Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

 

Gejala Penyakit TBC

Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.

Gejala sistemik/umum :

  1. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
  2. Penurunan nafsu makan dan berat badan.
  3. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
  4. Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

 

Gejala khusus

Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena:

  • Bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak.
  • Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
  • Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
  • Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
  • Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan s/d 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah.

Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah:

  1. Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarganya.
  2. Pemeriksaan fisik.
  3. Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
  4. Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
  5. Rontgen dada (thorax photo).
  6. Uji tuberkulin.

Penderita TBC dapat melakukan pengobatan ke Puskesmas Rujukan, RS Umum Daerah dan Unit Pelayanan Kesehatan Swasta. Untuk melakukan pemeriksaan diagnosis dapat dilakukan dimanapun kecuali Puskesmas Satelit (Puskesmas yang tidak memiliki Laboratorium).

 

Sumber :

IONI, tbindonesia.or.id.

 

 

 

Canberra, Kota Yang Jauh Dari Kata Modis

 

salah satu bangunan terindah di Canberra

salah satu bangunan terindah di Canberra

 

Sepinya Jalanan Canberra

Sepinya Jalanan Canberra

 

Canberra adalah Ibukota Australia dengan penduduk 341.488 yang dibangun pada tahun 1913. Banyak hal yang menarik dari Canberra, namun belum tentu bagi anda penyuka mode. Bisa dipastikan anda akan kecewa, karena kota ini dapat dikatakan sebagai kota yang jauh dari kata modis.

Kota beriklim continental ini, tidak memiliki banyak Mall. Kebanyakan barang kebutuhan dikirim dari Sydney, sebagai kota besar terdekat Canberra. Bahkan bisa dipastikan pada hari minggu tidak ada Mall buka setelah jam 7 malam. Berbeda sekali dengan dengan Ibukota Negara lain bukan.

Selain itu, rata-rata penduduk Canberra lebih menyukai aktifitas olah raga dari pada nge-mall. Hal ini disebabkan karena pemerintah Kota Canberra sangat memfasilitasi kegiatan olah raga yang dapat dilakukan secara gratis. Hampir setiap jalan, disediakan lajur bersepeda, terdapat jalan “tikus” yang menghubungkan antar park (taman terbuka hijau).

Saat anda jalan-jalan di city center, hampir tidak akan menjumpai wanita berjalan dengan wajah penuh make-up, berbaju glamour, bersepatu dengan hak 12 cm dll yang mencerminkan kata modis. Lebih banyak terlihat “sederhana”. 😀

Saat anda mengendara mobil, hamper tidak akan ditemui gedung-gedung pencakar langit seperti hal nya di Sydney, Melbourne, New York apalagi. Jalanan pun dapat dikatakan jauh dari kata macet, seperti yang sering kita liat di kta-kota besar lainnya.

Toko baju teramai di mall city center yang bakal anda jumpai adalah Big W, Target, DFO. Bukan berarti barang-barang yang dijual di outlet tersebut murahan, namun bisa dikatakan kurang bermerk jika dibandingkan dengan dua kota besar lainnya (Syd dan Melb). Jadi anda bisa berjalan dengan nyaman dan tenang sekalipun tidak ber-make up bahkan bersendal jepit. Karena Canberra jauh dari kata modis. Kota sederhana namun berkesan nyaman. 😀

 

You Are Beautiful More Than You Think

Sebuah highlight iklan salah satu produk kecantikan ini mempunyai makna mendalam bagi para wanita. Karena kita sering merasa tidak puas dengan apa yang sudah ada, tidak cukup cantik tanpa make-up, tidak cukup percaya diri dengan foto diri tanpa proses editing. Padahal, kita lebih cantik dari yang kita pikirkan “you are beautiful more than you think”.

Dalam 3 tahun terakhir ini, saya hampir 5 kali mendapatkan pertanyaan yang kurang lebih sama tentang pasangan campuran (WNI-WNA), “sang istri tidak terlalu cantik lalu kenapa si bule mau sama dia ya?” Dalam hati saya, memang mengakui bahwa sang istri rata-rata tidak cantik sesuai dengan definisi kita : kulit putih mulus, hidung macung, badan tinggi, rambut hitam, mata lebar, bibir seksi, bulu mata lentik. Namun rata-rata mereka mempunyai hati yang tulus dan sangat ramah. Padahal, dalam kaca mata kita, definisi cantik adalah seperti yang sudah saya jabarkan seperti di atas. Oleh karenanya kita (mungkin) sempat heran ketika melihat pasangan tidak terlalu cantik vs sangat tampan.

Selain ulasan singkat di atas, seringnya kita sebagai wanita ingin selalu tampak cantik di depan semua orang. Baik itu di dunia nyata maupun maya. Dan keinginan ini dimuluskan dengan kecanggihan teknologi yang bisa memutar 180 derajat dari kondisi yang sebenarnya.  Berbagai macam riset dilakukan untuk menciptakan kosmetika mengencangkan kulit, menghilangkan kerutan di wajah dan lain lain. Pernahkah kita berpikir, bahwa Tuhan menciptakan kerutan di wajah bukan dengan tujuan supaya kita terlihat lebih tidak cantik dari sebelumnya. Melainkan, untuk mengingatkan bahwa semakin banyak umur maka kita harus semakin arif dan bijak.

Berikut adalah video yang sangat menginspirasi bagi wanita. Dalam video ini, diketahui bahwa wanita adalah makhluk yang paling kritis ketika ditanya tentang kecantikan dirinya sendiri. Dimana hal ini bisa jadi menyebabkan kita tidak cukup percaya diri, tidak cukup bersyukur, tidak cukup merasa nyaman dengan apa ada nya kita. Dan di akhir cerita, disampaikan pesan bahwa kita lebih cantik dari apa yang kita pikirkan.

You Are Beautiful More Than You Think

 

 

Lomba Menulis Cerpen dan CerBer di Femina

Giliran Anda Jadi Penulis Terkenal

Itu adalah highlight lomba Cerpen/Cerber 2014 majalah Femina kali ini. Bagi yang berminat berikut persyaratannya ya.

Persyaratan Umum :

  1. Peserta adalah WNI
  2. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar menggunakan ejaan yang disempurnakan.
  3. Naskah harus karya asli bukan terjemahan.
  4. Tema bebas namun sesuai untuk mahalah Femina
  5. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak, elektronik dan online. Dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
  6. Peserta hanya boleh mengirim 2 naskah terbaiknya
  7. Hak untuk menyiarkannya di media Online ada pada PT. Gaya Favorit Press
  8. Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting tanpa mengubah isi.
  9. Naskah yang tidak menang namun memenuhi syarat akan dimuat di femina.
  10. Penulis akan mendapat honor sesuai standar femina.
  11. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu dudat, dan tidak ada surat menyurat.
  12. Lomba ini tertutup untuk karyawn Femina Group.
  13. Naskah dikirim ke redaksi Femina : Jl. H.R Rasuna Said Kav. B32-33, Kuningan, Jakarta Selatan, 12910

Syarat Khusus CERPEN :

  1. Diketik dengan computer di atas kertas HVS Kuarto dengan jarak spasi dua. Font : ARIAL ukuran 12.
  2. Panjang naskag 6-8 halaman, dan dikirim sebanyak dua rangkap diserati 1 CD berisi naskah.
  3. Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP.
  4. Pada amlop kiri atas ditulis : Sayembara Mengarang Cerpen Femina 2014
  5. Naskah ditunggu selambat-lambatnya 15 September 2014
  6. Pemenang akan diumumkan di majalah Femina yang terbit pada bulan November 2014.

Syarat Khusus CERBER :

  1. Diketik dengan computer di atas kertas HVS Kuarto dengan jarak spasi dua. Font : ARIAL ukuran 12.
  2. Panjang naskah 40-50 halaman.
  3. Dijilid dan dikirim sebanyak dua rangkap disertai 1 CD berisi naskah.
  4. Naskah dilampiri formulir asli dan fotokopi KTP, serta synopsis cerita.
  5. Pada amlop kiri atas ditulis : Sayembara Mengarang Cerber Femina 2014/2015
  6. NAskah ditunggu selambat-lambatnya 30 November 2014.
  7. Pemenang akan diumumkan di majalah Femina yang terbit pada bulan April 2015

HADIAH Sayembara CERPEN :

  • Pemenang I : Rp. 6.000.000
  • Pemenang II : Rp. 4.000.000
  • Pemenang III : Rp. 3.000.000

HADIAH Sayembara CERBER :

  • Pemenang I : Rp. 15.000.000
  • Pemenang II : Rp. 9.000.000
  • Pemenang III : Rp. 5.000.000

(Hadiah dikenakan pajak 5% (dengan NPWP) atau 6% (tanpa NPWP)

Download form disini.

Sumber : femina.co.id

 

 

Pra Pre-School di Canberra.. Perlukah?

Saat kami tiba di Canberra, anak pertama usia 4 tahun dan yang kedua usia 2 tahun. Sesuai dengan peraturan di ACT (Australian Capital Teritory), si sulung udah bisa langsung masuk Pre-School. Meski bahasa Inggris nya masih sangat sangat terbatas, kami tetap masukin saja (mengikuti aturan yang berlaku). Dan anak-anak memang sangat cepat belajar berbahasa. 🙂

Sekolah Pre-School disini tidak setiap hari, melainkan 3 hari di minggu ini, diikuti dengan 2 hari di minggu depan. Berselang-seling seperti itu. Masuk dari jam 9 sampai jam 3 sore. Setelah selesai Pre-School, lanjut ke Kindy (Kindergarten). Kindy masuk setiap hari (senin – jumat), dengan jam yang sama.

Melihat kakaknya sekolah, adiknya yang masih non-school age berulang kali minta disekolahin juga. Usia di bawah 4 tahun, pilihan yang bisa diambil adalah daycare atau early learning childhood. Masuk ke Daycare, tidak harus setiap hari. Bisa disesuaikan dengan kemampuan “kantong” kita masing-masing. Karena biaya per hari nya lumayan tinggi, yaitu sebesar 75-97 dollar. Bagi kantong mahasiswa, ini besar sekali. Maka kami beralih ke opsi ke dua.

Ada beberapa early learning di Canberra seperti : Gymbaroo, Kidstart, YMCA, Nipperville dkk. Kami putuskan masuk ke Gymbaroo. Mengikuti 1 term, ternyata anak tidak enjoy. Karena kapasitas saat itu agak banyak untuk ukuran kelas kecil, jadi guru tidak bisa memperhatikan satu per satu si anak. Sebatas mengikuti jadwal waktu (45 menit) yang disediakan.

Term berikutnya, kami mencoba memasukkan anak ke Kidstart. Menurut pengalaman kami cukup bagus. Pada intinya, anak setiap hari dibacakan buku, membuat kerajinan sebanyak 3 buah, belajar berinteraksi dengan teman, belajar berbagi, belajar mengenali warna melalui permainan, belajar bercerita tentang anggota keluarga, bermain puzzle. Hanya seputaran itu. Kurikulum ini hampir sama dengan sekolah Canting di Blitar. Tidak ada pengenalan berhitung, menghafal huruf (secara memang masih 3 tahun belum ada).

Mengamati pendidikan di usia dini di Australia memang berbeda dengan pendidikan dini di Indonesia. Dari yang saya tau, anak-anak tidak pernah diajarin berhitung, menghafal huruf, menghafal angka. Mereka diajari mengenali kata-kata umum, seperti : I, am, to, the, went, go. Pada saat pre-school mereka dikenalkan pada angka 1 – 20. Lebih banyak membuat prakarya. Seperti mewarna, menggambar. Dan dari situ mereka diminta untuk menceritakan (cerita singkat), apa yang digambar, warnanya apa, siapa namanya, makannya apa. Selebihnya hanya bermain-main (versi orang dewasa).

Menggambar rainbow with flower and bus. (by Veena 2y11m)

Menggambar rainbow with flower and bus. (by Veena 2y11m)

 

 

 

Make an octopus. (menempel, mewarna, bercerita)

Make an octopus. (menempel, mewarna, bercerita)

Perlukah memberikan pendidikan pra pre-school?

Bagi saya perlu. Karena mengajarkan anak untuk bertemu teman seusianya, belajar bersosialisasi, belajar megikuti “petunjuk” dengan benar, belajar untuk berkreasi, lebih percaya diri. Namun itu bukan harga mutlak, bahwa anak harus masuk pra pre-school. Selama kita sebagai orang tua bisa memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak seusianya, tidak memasukkan anak ke pra pre-school bisa menjadi pilihan. 😀

Namun jika bisa memasukkan anak ke pra pre-school kenapa tidak? Karena banyak manfaat yang bisa didapat. Tapi sekali lagi, ini bukan harga mutlak. Karena terkadang anak tidak mau dimasukkan ke pra pre-school, maka kita juga jangan memaksakan kehendak untuk tetap memasukkan anak ke pra pre-school. Buat apa juga memaksakan jika benefit di anak tidak lebih banyak dari pada anak tinggal di rumah. 😀

Dari perbincangan dengan guru si sulung maupun si anak kedua, waktu-waktu yang penting untuk mengajarkan anak membaca adalah sebelum tidur. Dan makan malam bersama, untuk saling bercerita tentang apa yang dia alami di sekolah, siapakah teman nya, seputaran obrolan santai, tapi akan mengajarkan anak menjadi lebih terbuka kepada orang tua. 🙂

Semoga ulasan singkat ini bermanfaat bagi para emak-emak beranak usia di bawah 5 tahun ya. 😉

Kampanye yang Terlihat sebagai Kebaikan Berbalut “Duka” ?

Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum 2014 sebentaaarr lagi. Dan lagi-lagi, ini adalah masa-masa penting bagi para Caleg (dari partai manapun yah mbakyu.. garis bawahin). Bagi yang suka pada salah satu partai atau caleg, akan selalu mengagung-agungkan nya. Meski hanya setitik debu akan nampak segede gunung. Dan bagi yang tidak suka, maka kegagalannya akan nampak seluas lautan meski hanya setetes air. Hanya keburukan yang nampak, dan tidak dengan kebaikannya. Begitu pula sebaliknya.

Bagi kader atau fanatisan, mungkin hal tersebut akan dianggap hal yang biasa (apalagi di dunia politik yang “polll diutak atik”). Bahkan mungkin prediksi jika si A si B si C terpilih maka negara akan begini begitu, bukan lagi hal yang luar biasa (lumrahh kalau bahasa Jawa nya yak..). Jika yang diutarakan adalah sesuatu yang tidak baik dan tidak benar, bukankah ini namanya adalah memfitnah?

Sempet merinding sendiri ketika membaca sebuah twit, yang isinya adalah hujatan dan cacian atas seorang Capres (yang emang lagi jadi hot issue). Siapa lagi kalau bukan Jokowi (dan perlu juga gue sebutin, gue bukan pendukung/fanatisan/simpatisan Pak Jokowi yaak..Ga dapet duit juga. aseli ini mah.. hahaha) . Berikut beberapa kicauannya, yang kemudian di retwit salah seorang kawan saya. Dan saya pun menyayangkan hal itu, hanya berhati-hatilah.

triomacan

trio 2

 

Dan saya pun teringat salah satu kata-kata Cak Nun : “Manusia harus jernih memandang dan menilai sesuatu, boleh pakai cara pandang kelas, boleh agak hitam-putih tentang masalah tertentu, tapi harus selalu dikembalikan pada kerangka pandang yang lebih universal, yang melihat manusia sebagai suatu keutuhan, yang memiliki kelebihan dan kekurangan, benar sekaligus salah”. Dalam tataran apapun kita harus berusaha untuk melihat seperti ini, supaya kita menjadi manusia yang lebih bijak.

Sebagai warga yang beragama, tentu kita semua tau bahwa, hidup di dunia ini bukan lah tujuan akhir. Namun ada akhirat, dimana semua apa yang kita tulis (mau itu diary, status FB, kicauan twitter, sms, bbm, de el el), ucapan (baik lisan maupun yang terbatin), tingkah laku akan kita pertanggungjawabkan langsung kepadaNya. Bukan dari partai A B C kepada Tuhan, namun masing-masing pribadi.

Lalu, salahkah mengkritik seseorang?

Tergantung niatnya, kalau niatnya untuk menjatuhkan nilai seseorang di mata orang yang lain, maka sudah pasti salah (bagi gue pribadi lhoo yak.. kalo situ berpendapat lain boleh-boleh aja kok.. 😀 ). Jika diniatkan supaya seseorang tersebut berubah menjadi lebih baik, itu yang benar. Namun pada umumnya, yang begini nih ga diekspos di media sosial. Langsung ke yang bersangkutan.. 😀 (bisa bedain kan yak…)

Benernya mau dia die diu dio ngomong apa juga bukan urusan gue. Ngapain juga gue susah dan pusing2 mikirin orang (kayak kelebihan waktu aja yak.. hahaha..).. Hanya miris, ketika pemikiran kita, apa yang kita ucapkan, apa yang kita tuliskan dibaca oleh banyak orang dan di-amin-kan bahkan ikut-ikutan menghujat, siapa kah penyebabnya? siapa lagi jika bukan kita si sumber berita. Banyak yang mengaku ber-Tuhan namun dari apa yang ucapkan, dia seperti tidak takut Tuhan. Seperti Tuhan sedang tidur, maka Dia tidak akan tau apa yang aku tuliskan. begitu kah?

“Aku teringat apa yang kubaca tentang tablig Rasulullah SAW yang santun dan lembut. Benar-benar mengajak. Tak pernah Rasulullah tunjuk hidung. Jangan-jangan dalam bertablig panutan mubalig-mubalig itu bukan Rasulullah, pikirku. Lalu siapa?” – Gus Mus –

“Adalah terlalu berani membawa ayat-ayat dan sunah Rasul SAW untuk kepentingan politik praktis. Itu merupakan pelecehan dan sekaligus membuat umat bingung. Lihatlah, tokoh partai ini menggunakan ayat dan hadis ini untuk mendukung partainya. Apa ini tidak membingungkan masyarakat? Bila kemudian, dengan menggunakan sabda Allah dan Rasul-Nya, masyarakat awam meyakininya sebagai kebenaran mutlak, apa tidak terjadi sikap mutlak-mutlakan antar pendukung partai? Kalau tidak mengerti politik, mbok sudah, rela saja tidak usah berpolitik, daripada membawa-bawa agama. Apakah tokoh-tokoh yang suka membawa-bawa ayat dan hadis itu tidak memikirkan akibatnya di dunia maupun di akhirat kelak? Bagaimana kalau masing-masing pendukung yang awam itu meyakini bahwa mendukung partainya sama dengan mendukung agama dan memperjuangkan partainya sama dengan jihad fi sabilillah?” – Gus Mus, dalam buku “Kumpulan Kaligrafi” –

 

wallahu a’lam bis showab. 🙂